Sudah Jelek, Jarang Pula…

Sore itu, ruangan tertutup yang hanya berukuran sekitar 12×12 meter disesaki lebih dari 120 orang. Padat, pengap, gerah. Tanpa jendela sebagai lubang udara. Semua dinding ruangan itu ditutup kain besar berwarna hitam. Hanya ada sebuah pintu yang menjadi jalan mesuk angin segar. Orang-orang itu tampak kecewa. Sambil mengipangipaskan tangan untuk mengusir gerah, hidung mereka menghirup kencang berebut oksigen. Tersiksa…

Mereka adalah para mahasiswa semester III Jurnalistik UIN Bandung. Menjalani kegiatan belajar mengajar tidak dalam keadaan yang semestinya. Mereka kecewa dengan keadaan. Tapi tak ada yang bisa dilakukan.

Ruangan pengap itu biasa disebut laboratorium fakultas. Pantaskah disebut demikian? Hanya ada TV, computer, infokus, OHV, tripod tanpa kamera, dan sepasang sound system murahan didalamnya. Semua itu pun tak selalu ada disana. Benda paling setia di ruangan itu hanyalah sebuah kipas angina yang ada di sudut ruangan. Pengobat gerah karena tak adanya fentilasi. Padahal sebagai lab. Fakultas Dakwah dan Komunikasi, seharusnya tersedia alat-alat praktik media massa. Seperti kamera, mikrofon, soundmixer, dan fasilitas media lainnya.

Memang, uang kuliah kami hanya 600 ribu rupiah tiap semesternya. Ditambah 300 ribu sebagai uang praktikum. Tapi coba kalikan dengan jumlah mahasiswa yang ada. Mahasiswa jurnalistik angkatan 2007 saja lebih dari 100 orang. Belum terhitung mahasiswa angkatan dan jurusan lain di fakultas ini. Terlalu sederhana lab. Itu disbanding uang praktikum yang terkumpul.

Tak hanya sederhana, intensitas pemakaian pun minim. Setahun lebih dikampus tercinta ini, baru tiga kali kaki kami menginjak lantai labaratorium.

Salah satu dari ketiganya adalah ketika kami berkesempatan untuk praktik reportase. Namun, ada apa ini? Saat memasuki ruangan kelam itu, tak kami temukan satu pun alat reportase. Setelah sejenak menunggu, tiba saatnya dosen memberikan pengarahan. Ia berkata,”Anggap saja kipas angina itu kamera, dan pegang remot control ini sebagai mikrofon”. Pengarahan yang aneh.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.