Jurnalistik Media Elektronik

Selain media cetak, penyebaran informasi atau berita juga dilakukan melalui media elektronik. Jenis media elektronik yang digunakan adalah televise dan radio.

Jurnalistik Radio

Radio adalah media yang bersifat auditori (untuk didengar). Karena itu, menyampaikan informasi melalui radio relatif lebih sulit dibandingkan dengan televisi. Ketika pembaca berita menyajikan informasi, ia harus bisa menggambarkan peristiwa tersebut secara jelas, sehingga bisa ditangkap oleh imajinasi pendengar. Inilah yang membuat radio disebut sebagai theatre of mind.

Penulisan teks berita radio (untuk dibaca oleh news reader) harus menggunakan bahasa yang mudah dibaca oleh news reader dan mudah pula didengar oleh audiens. Untuk mencapai tujuan tersebut, jurnalis radio menggunakan teori ELF (Easy Listening Formula), yaitu penulisan yang jika diucapkan, mudah didengar dan mudah dimengerti pada pendengaran pertama. Karena dalam radio tidak ada pengulangan. Tidak seperti media cetak yang bisa dibaca beberapa kali oleh penerima informasi.

Walaupun radio identik dengan hiburan, namun tidak berarti semua radio melulu menyuguhkan hal itu. Seiring berkembangnya dunia jurnalistik, banyak radio khusus berita yang tumbuh dan berkembang, bahkan dengan sangat pesat. Sebagai contoh, kita mengenal radio Elshinta dan Trijaya Network. Kedua radio ini menyuguhkan beragam informasi dan berita. Tidak menjadikan musik atau hiburan sebagai produk utama.

Di kancah internasional kita mengenal radio VOA (Voice of America). Radio ini merupakan radio khusus berita yang sudah mendunia. Berita disajikan dalam berbagai bahasa. Tentu saja berita itu datang dari berbagai penjuru dunia.

Pada awalnya, tumbuh keraguan terhadap media-media elektronik yang secara khusus menyajikan produk jurnalistik. Karena media elektronik identik dengan hiburan. Kehadiran media elektronik yang malulu menyuguhkan berita, hanya akan membuat masyarakat jenuh untuk menyaksikan dan mendengarkannya. Namun itu semua tidak terbukti, justru kehadiran radio dan televisi khusus berita menghilangkan dahaga masyarakat, dan memenuhi kebutuhan mereka terhadap informasi. Mengingat kurangnya porsi pemberitaan yang ada pada media hiburan.

Jurnalistik Televisi

Berdasarkan pengamatan para ahli pertelevisian, informasi dari televisi diingat lebih lama dibanding dengan yang diperoleh melalui membaca (media cetak). Sekalipun informasi yang disuguhkan persis sama. Hal itu karena terdapatnya visualisasi berbentuk gambar bergerak dalam televisi. Visualisasi tersebut berfungsi sebagai penambah dan pendukung narasi yang dibaca reporter atau newsreader. Jadi, dalam menerima informasi, khalayak tidak hanya menggunakan satu indera, melainkan dua indera sekaligus. Yaitu mata dan telinga.

Hal inilah yang menjadi keunggulan media televisi dibanding media informasi lainnya. Efisiensi jurnalistik televisi pun lebih meyakinkan.

Berbagai macam produk jurnalistik televisi disuguhkan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan mereka akan informasi. Diantara produk-produk jurnalistik televisi tersebut adalah:

1. News (berita)

Setiap televisi memiliki acara khusus berita. Baik itu televisi pemerintah, swasta, bahkan lokal. Sebagai contoh, di SCTV terdapat program Liputan 6, Trans TV memiliki program Reportase, RCTI dengan Seputar Indonesia, dan lain sebagainya.

2. Interview (wawancara)

Program wawancara ini bisa dimasukkan sebagai bagian dari program news. Namun kini, kebanyakan televise memilih membuat acara khusus untuk wawancara narasumber terkait masalah-masalah aktual.

3. Feature

Produk jurnalistik seperti ini menyajikan berita ringan. Seperti tempat-tempat wisata, aneka makanan, kebudayaan, dan lain sebagainya.

4. Editorial

Dalam jurnalistik media cetak kita mengenal istilah tajuk rencana. Begitu juga dengan media elektronik. Melalui editorial, redaktur menuturkan opini dan sikap resmi media tersebut dalam menanggapi suatu permasalahan yang sedang ramai di tengah masyarakat.

5. Live reporting atau siaran pandangan mata

Laporan pandangan mata merupakan program siaran langsung dari tempat kejadian. Sering juga disebut on the spot reporting. Namun tidak semua pelaporan jenis ini disiarkan langsung pada waktu yang sebenarnya. Sebagai contoh, tidak semua pertandingan sepak bola disiarkan secara langsung, melainkan ada pula yang merupakan siaran tunda.

Dalam jurnalistik televise, berita dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Hard news (berita berat)

Hard news adalah berita yang mengulas peristiwa penting bagi masyarakat luas. Seperti berita ekonomi, kriminal, politik, dan pendidikan.

2. Soft news (berita ringan)

Berita seperti ini juga sering disebut feature. Isinya bisa berupa informasi mengenai tampat wisata, kuliner, dan lain sebagainya.

3. Investigative report

Merupakan jenis berita eksklusif yang berdasarkan penyelidikan. Sehingga penyajiannya membutuhkan waktu yang relatif lama. Namun menyuguhkan informasi yang lengkap dan belum tentu diketahui oleh masyarakat yang hanya mendapat informasi melalui program news.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.