DOMYAK , PUSAKA PURWAKARTA
Penulis : Gugum Rachmat Gumilar
Tebal : 77 halaman
Penerbit : Madesu Cipta Pustaka
Indonesia memiliki begitu banyak kesenian tradisional. Bentangan nusantara dari Sabang sampai Merauke memberikan warna-warni tersendiri dalam kehidupan masyarakat kepulauan ini. Bangga dengan kekayaan budaya yang ada, itu pasti. Namun sayang, kebanggaan itu tak disertai kemauan melestarikan kebudayaan itu sendiri. Entah berapa banyak kesenian tradisional punah karena ketidakpedulian si empunya budaya.
Domyak merupakan salah satu kesenian yang tengah sekarat. Kesenian asli Purwakarta ini hanya menyisakan satu kelompok seniman saja. Andaikan seniman-seniman itu telah tiada, tentu saat itulah ajal menjemput Domyak. Tanpa regenerasi, tanpa kaum muda yang mau melanjutkan jejak, seni tradisional Domyak tinggal menghitung hari menjelang kepunahannya.
Kesenian tradisional yang berawal dari upacara ritual meminta hujan ini kian tenggelam dibunuh zaman. Jangankan masyarakat luas, penduduk Purwakarta sendiri pun banyak yang tidak mengenal nama Domyak. Padahal, ini adalah harta kekayaan. Ini adalah titipan, yang harus kita jaga agar sampai pada tangan anak cucu kita.
Itulah yang hendak diangkat penulis dalam buku ini. Seluk beluk Domyak, dari sejarah, bentuk pergelaran, hingga profil seniman, semuanya terdapat dalam buku ini. Tak ketinggalan, Kota Purwakarta sebagai tempat tumbuhkembangnya Domyak pun dibahas, termasuk kisah sedih para seniman yang hampir putus harapan.
Selain menambah wawasan budaya, buku ini juga memberikan gambaran betapa melaratnya kesenian-kesenian negeri ini, khususnya Domyak. Sehingga pembaca disadarkan dari ketidakpedulian mereka terhadap kekayaan ibu pertiwi. Kekayaan yang merupakan jati diri dan karakter bangsa. Jangan sampai bangsa ini tenggelam menjadi bangsa tanpa jati diri dan karakter.
Meski terdapat beberapa kekurangan dalam segi materi, karena terbatasnya sumber dan referensi, buku ini sangat penting dan berguna. Khususnya bagi remaja dan anak muda yang merupakan pewaris seni budaya. Semoga buku ini bisa turut melestarikan seni tradisional Purwakarta, dan Indonesia.